<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8229363044441989161</id><updated>2011-04-21T12:41:27.934-07:00</updated><title type='text'>Selamat datang di Negeri Jungkir Balik!</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penjemputpetir.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8229363044441989161/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penjemputpetir.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Joni Payung</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8229363044441989161.post-6982506680778128109</id><published>2007-05-23T01:35:00.000-07:00</published><updated>2007-05-23T01:41:02.094-07:00</updated><title type='text'>INILAH SI JONI PAYUNG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;           Siapa yang tidak kenal Joni Payung?&lt;br /&gt;           Kalau ada yang belum mengenalnya. Itu tandanya dia bukan penduduk Negeri Jungkir Balik. Atau mungkin ia juga tidak pernah memperhatikan petir-petir. Atau bisa juga, ia belum banyak membaca dongeng.&lt;br /&gt;            Kalau kalian adalah salah satu di antaranya, rasanya kalian perlu berkenalan dengan Joni Payung.&lt;br /&gt;           Joni itu seorang anak berusia 10 tahun. Tingginya hanya setengah lemari sekolah. Kulitnya kecoklat-coklatan. Dan rambutnya kemerah-merahan. Kalau kalian melihat anak seperti itu, mungkin itu si Joni Payung. &lt;br /&gt;          Tapi rasanya tidak cukup mengenal Joni hanya sampai di situ. Karena tentu saja, Joni juga punya banyak ciri-ciri lain.&lt;br /&gt;          Joni juga punya badan yang kurus, rambut yang berdiri ke atas, dan mata yang bulat hitam seperti biji kelengkeng. Ia juga senang memakai pakaian yang warna-warni. Hari ini saja, ia memakai kaos putih yang dihiasi bercak-bercak tinta berwarna hitam, merah, dan kuning. Tapi kemarin ia memakai kaos yang sama dengan warna biru, merah, dan hijau. Mungkin suatu hari kaos putihnya akan dibercaki warna ungu, coklat, dan oranye.&lt;br /&gt;          Ia juga memakai celana panjang ketat berwarna oranye. Tapi kadang-kadang celana itu juga berganti warna.  Nah, kalau kalian melihat  anak kecil seperti itu, mungkin itu si Joni Payung.&lt;br /&gt;          Tapi ada satu hal lagi yang harus kalian kenali. Si Joni itu, juga mempunyai payung ajaib. Payungnya juga warna-warni. Sebagian merah, sebagian jingga, sebagian kuning, sebagian hijau, sebagian biru, sebagian nila, dan sebagian ungu. Persis seperti warna pelangi.&lt;br /&gt;         Payung itu bisa membawa Joni terbang ke sana ke mari. Cepat sekali. Tentu saja Payung itu sangat kuat dan tahan panas. Payung itu tidak akan rusak atau pudar warnanya ketika petir menyambar. Karena itu Joni menggunakan payung itu untuk menjemput petir.&lt;br /&gt;          Kalian pasti bingung? Bagaimana bisa ada orang iseng yang kerjanya menjemput petir? Tapi si Joni itu memang melakukannya. Ia menjemput petir agar turun menyentuh tanah. Bukan karena dia punya Payung ajaib. Joni melakukannya untuk penduduk Negeri Jungkir Balik. Sambaran petir yang menyentuh tanah akan menghangatkan Negeri Jungkir Balik yang lembab.&lt;br /&gt;           Joni melakukannya setiap kali hujan berpetir turun. Dan di Negeri Jungkir Balik hanya ia yang ditakdirkan dapat melakukannya. Karena itu ia dijuluki Joni Payung si Penjemput Petir.&lt;br /&gt;           Kalau hendak terbang. Joni akan membuka payungnya dulu sehingga payung itu berbunyi “SLEPAK!” dan mekar seperti jamur. Kemudian sambil membawa payung ia akan melompat sebanyak tiga kali.&lt;br /&gt;         Pada lompatan pertama ia akan berteriak “hai..!”, lompatan kedua juga “hai..!”, dan lompatan ketiga “hai wei..!”. Jadi ketika Joni akan terbang, begini kira-kira teriakannya, “hai, hai, hai wei…!”. Kemudian Joni akan melesat tinggi dan cepat sekali. Menyerupai sambaran petir cepatnya.&lt;br /&gt;         Kalau Joni terbang untuk menjemput petir. Maka sambil bergantungan di batang payungnya, mata Joni mencari-cari langit yang berkilat-kilat seperti aliran listrik. Kalau ia menemukannya, maka ia akan mendekati kilat itu. Kemudian disentuhnya kilat itu dengan ujung payung.&lt;br /&gt;         Kilat yang menyembar ujung payung akan membuat warna-warna payung semakin terang dan berkelip-kelip bergantian. Ketika warna-warna itu semakin cepat berganti berkelipan, maka Joni akan segera menarik payungnya ke bumi. Dan…&lt;br /&gt;         “DERRR!” Petir menyambar tanah dimana Joni mendarat.&lt;br /&gt;         Kalian pasti akan sangat kaget mendengarn suara petir itu. Tapi penduduk Negeri Jungkir Balik sama sekali tidak mendengarnya. Mereka justru senang sekali karena negerinya mendadak menjadi semakin hangat.&lt;br /&gt;        Dan kalau Joni selesai menjalankan tugasnya. Penduduk Negeri Jungkir Balik akan berterimakasih padanya.&lt;br /&gt;         “Joni, Joni, Joni. Kau menghangatkan kami,” Begitu kata-kata yang sering diungkapkan penduduk Negeri Jungkir Balik ketika bertemu Joni. Tapi ada satu hal yang paling Joni sukai dari Negeri Jungkir Balik.  Setiap kali selesai menjalankan tugasnya, seseorang akan mengirimkan minuman dan makanan kesukaannya. Het dan Ibu rebus.&lt;br /&gt;         Apa? Kalian bingung dengan dua benda tadi.  Aduh.. rasanya kalian juga harus mengenal Negeri Jungkir Balik kalau begitu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8229363044441989161-6982506680778128109?l=penjemputpetir.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penjemputpetir.blogspot.com/feeds/6982506680778128109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8229363044441989161&amp;postID=6982506680778128109' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8229363044441989161/posts/default/6982506680778128109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8229363044441989161/posts/default/6982506680778128109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penjemputpetir.blogspot.com/2007/05/inilah-si-joni-payung.html' title='INILAH SI JONI PAYUNG'/><author><name>Joni Payung</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
